PEMBUKTIAN MENTAL JUARA
Crude Crusaders bangkit dari kekalahan pada minggu sebelumnya setelah dapat menuntaskan perlawanan musuh bebuyutannya, Ball Kickers, pada pertandingan di pekan keempat bulan April. Walaupun demikian, pertandingan ini layak diingat sebagai hasil yang tidak begitu bagus untuk Crude Crusaders karena tercatat 4 dari 6 gol yang tercipta adalah merupakan hasil kesalahan dari lawan, bukan semata serangan terencana dari sang juara bertahan.
Sementara untuk Ball Kickers, kekalahan ini semakin menambah buruk rekor pertemuan mereka dengan Crude Crusaders. Tercatat sejak February 2009, dalam 5 kali pertemuan dengan Crude Crusaders (termasuk pada pertandingan semi final summer Coppers Championship), Ball Kickers tidak pernah mencatatkan hasil kemenangan sekalipun.
Jalannya Pertandingan
Tampil full team dengan Dayle mengawal gawang dan Steve memimpin lini belakang. Osvald dan Miguel seperti biasanya mendukung Bocca sebagai goal getter di depan. Sebagaimana diduga pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Bocca membuktikan diri sebagai penyerang handal setelah berhasil merebut bola di depan gawang lawan di menit awal dan mengirimkan bola kencang menembus gawang Kickers. 1 – 0 skor sementara untuk Crude Crusaders.
Beberapa kali terjadi perebutan bola di lini tengah dan Crude Crusaders seolah dapat menguasai permainan. Akan tetapi lawan berhasil meningkatkan kecepatan dan kerjasama tim, dua hal yang hilang dari Crude Crusaders. Secara mengejutkan Ball Kickers dapat menguasai keadaan dan mencetak dua gol balasan dan ganti memimpin dengan 2 – 1. Skor sementara berubah dan Crude Crusaders menjadi sedikit panik. Keith masuk menggantikan Osvald tapi Crude Crusaders masih belum berhasil mengembangkan permainan dan celakanya lawan berhasil memanfaatkan keadaan dan menambah derita tim ketika dapat mencetak dua gol tambahan. Skor berubah menjadi 4 – 1 dan keadaan sedikit kacau di lini belakang Crude Crusaders.
Mental Juara
Waktu istirahat digunakan oleh awak Crude Crusaders untuk konsolidasi dan menyusun strategi. Tujuannya tentu saja adalah untuk mengejar ketinggalan dan jika memungkinkan untuk meraih kemenangan. Crude Crusaders memulai babak II dengan cepat, sebaliknya Ball Kickers yang merasa unggul mengendurkan permainan mereka dan mengganti beberapa pemain kunci. Moment ini berhasil dimanfaatkan Crude Crusaders setelah Miguel berhasil mencuri bola dari pemain lawan dan menjadikannya gol. Crude Crusaders memperkecil ketinggalan menjadi 2 – 4.
Lawan sedikit tertekan, alhasil beberapa kesalahan passing dilakukan dan salah satunya berhasil dimanfaatkan Steve di wilayah kiri pertahanan lawan. Kapten tim Crude Crusaders tidak menyia-nyiakan ruang tembak dan bola menghujam keras di jala lawan. Akan tetapi kedudukan ini sayangnya tidak bertahan lama karena lawan berhasil membalas dengan sebuah gol cepat. Ball Kickers berhasil membuat gol setelah serangan mereka gagal dihalau Aurelio di lini tengah. Lawan unggul lagi 5 – 3.
Kembali bola bergulir ke lini belakang Ball Kickers dan sekali lagi Miguel memperlihatkan kepiawaiannya dalam melakukan perebutan bola. Memenangkan duel satu lawan satu dengan pemain belakang lawan sebelum akhirnya menaklukkan kiper Kickers. 4 – 5 dan Crude Crusaders seakan mendapatkan angin segar!
Puncaknya ketika tendangan Bocca tidak menemui sasaran dan berhasil dihalau kiper lawan. Akan tetapi tangkapannya luput dan rebound tidak disia-siakan Osvald untuk mencetak gol walaupun sempat dihadang seorang bek lawan yang melakukan tekel sambil menjatuhkan diri. Skor imbang 5 – 5.
Selanjutnya Ball Kickers telah kehilangan semangat dan stamina. Crude Crusaders membuktikan mental juara dengan berkali-kali menekan pertahanan lawan. Hasilnya bisa ditebak, dalam hitungan detik sebelum peluit akhir dibunyikan, Miguel yang berhasil membuka pertahanan lawan mengirimkan bola kepada Bocca yang berada di posisi kosong. Dengan dingin vice captain Crude Crusaders ini mengirimkan bola ke gawang lawan dan berhasil memenangkan Crude Crusaders.
Man of the Match
Bocca layak menjadi bintang Crude Crusaders pada game kali ini. Walaupun masih terlihat individualistis dan tidak mau membagi bola terutama pada rekan yang berdiri lebih bebas, striker jangkung ini dengan kontribusi dua golnya pantas menyandang gelar man of the match malam ini.
Susunan Pemain
Starter: Dayle, Steve, Osvald, Miguel, Bocca
Sub: Aurelio
Top Scorer
17 gol – Bocca
3 – Miguel, Viet, Osvald
2 – Steve, Aurelio, Jim
1 – Vy